SMK YKTB BOGOR

Jl. Dr. Sumeru 42 Bogor Telp.0251-8322417 Email : smkyktb3@yahoo.co.id

Angka Merah di Raport Tinggal Kenangan

Posted by adeciawi pada 17 Juni 2011


Terkejut, panik , atau bahkan marah akibat rasa kecewa ketika melihat Raport terdapat Nilai merah yang muncul di Raport sebagai indikasi bahwa pencapaian hasil belajar siswa tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atas mata pelajaran yang ditetapkan sebelumnya , kalau dulu angka yang diberikan warna merah ini dibawah nilai 6 (enam). (kompasiana)

Nilai merah di raport bukanlah nilai yang diberikan oleh guru setelah kehabisan pulpen warna hitam atau bukan pula warna merah sebagai penghias dalam raport sehingga terkesan lebih berwarna.namun nilai merah merupakan bukti bahwa belum berhasilnya pencapaian belajar siswa dalam menyelesaikan tahapan belajarnya , nilai ini diperoleh dengan melihat seberapa jauh kemampuan siswa dalam menguasai dan memahami pelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasarnya.

Masih adakah Nilai Merah diraport sekarang ? realita yang ada sekarang jangankan angka atau nilai dengan tinta merah yang ada malah nilai yang tertera diraport justru rata-rata sangat memuaskan jauh diatas KKM tidak aneh lagi nilai 8 (delapan) atau 9 ( sembilan) bahkan 10 (sepuluh) tertulis dalam raport.

Sekali lagi nilai yang tertera di raport merupakan salah satu ukuran kemampuan siswa dalam mencapai sejumlah SK maupun KDnya baik penilaian Kognitif, Afektif dan Psikomotor, bila raport siswa menunjukan angka atau nilai yang melebihi KKM sudah pasti siswa yang bersangkutan dianggap kompeten , tapi apakah semua siswa mempunyai kemampuan yang sama dalam menyerap dan menguasi semua SK maupun KDnya? jawabanya tentu saja tidak ,perlu adanya proses untuk mencapai hasil tersebut. sebagai contoh saja misalnya adanya program pengayaan, remedial, pemberian tugas dan lain-lainnya.

namun persoalan menjadi pelik ketika raport dijadikan suatu standar dalam penilaian lanjutan seperti bisa dijadikan syarat untuk seleksi mendapatkan beasiswa, memasuki sekolah lanjutan atau perguruan tinggi , bahkan yang terakhir ini nilai rata-rata raport turut menjadi penentu lulus tidaknya dalam ujian nasional. Jika tuntutan dan kebutuhan yang terjadi sekarang seperti ini bisa jadi raport menjadi tugas yang berat bagi guru atau sekolah untuk memberikan nilai terbaiknya untuk siswa syukur-syukur seiring dengan kemampuan siswanya dalam menyerap pelajarannya.

Kumpulan tulisan Hardiknas selengkapnya

DESA RANGKAT  menawarkan kesederhanaan cinta untuk anda,  datang, bergabung  dan berinteraksilah bersama kami (Klik logo kami)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: